Jumat, 07 Mei 2010

Penyesalan sahabat

Suatu hari ada 3 orang sahabat yang begitu dekat, mereka bernama Evelyn, Ingka, dan Mita. Mereka bersahabat sejak kelas 2 smp dan mereka selalu duduk berdekatan. Walaupun Evelyn duduk dengan Raya, dan Ingka duduk dengan Mita. dan Mita dan Ingka agak lebih akrab daripada Evelyn dengan yang lainnya.
Suatu hari, mereka menyadari satu hal kurang pada mereka. Yaitu penghapus, setiap mereka bertiga memerlukannya mereka selalu meminjam pada orang lain. Pada saat mereka berfikir sejenak, serentak Evelyn berteriak agak keras, dia menemukan sebuah penghapus yang agak kusam. Lalu Evelyn mempunyai ide untuk menjadikan penghapus itu sabagai penghapus bersama mereka, lalu ditulisnya dipenghapus itu “penghapus bersama”, dan saat itu mereka berfikir bahwa mereka tidak perlu meminjam kepada teman yang lainnya lagi.
Namun suatu hari mereka kehilangan penghapus itu, karena ada salah satu teman mereka meminjamnya, lalu mereka bersedih. Namun mereka berfikir itu tak akan memusnahkan persahabatan mereka,tapi ternyata mereka salah. Pada saat ada suatu acara disekolah mereka, dan Evelyn mengajukan kepada ketua kelas untuk tampil bersama Ingka dan Mita, awalnya Ingka dan Mita antusias. Namun ternyata Mita secara tiba-tiba memutuskan tidak ikut untuk acara tersebut, Evelyn yang agak kecewa pun segera membatalkan rencana tersebut. Lalu mereka agak terlibat masalah yang bukan hanya masalah acara, tapi masalah keegoisan Evelyn yang membuat Mita marah. Setiap hari mereka sama-sama diam, dan Ingka yang lebih dekat pada Mita pun mulai kesal pada Evelyn karena keegoisan Evelyn yang juga turut menyalahkan Ingka yang tak tahu apa-apa dan yang tak pernah ikut campur urusan mereka.
Dan disaat hubungan mereka agak membaik, disaat itu Ingka mulai merasa dijadikan pelampiasan oleh Mita dan Ingka agak kecewa karena saat Mita sudah berbaikan dengan Evelyn, justru malah dia yang agak disingkirkan. Masalah intern pun mulai mengusik mereka, tapi saat semua hamper membaik, Ingka dan keluarganya akan pindah keluar kota karena masalah pekerjaan. Dan disaat itu mereka mulai dekat kembali karena akan mambuat kenangan labih banyak lagi dengan Ingka yang akan pergi.
Setelah Ingka pindah keluar kota. Evelyn dan Mita pun tetap bersahabat berdua, dan mereka tetap berkomunikasi dengan Ingka. Namun setelah mereka lulus SMP, hubungan yang erat itu perlahan-lahan mulai hilang karena mereka terpisah sekolah. Evelyn yang merasa kesepian pun selalu menghubungi mereka berdua, Ingka tetap menerima itu dengan baik namun tidak dengan Mita. Mita merasa Evelyn lah yang membuat persahabatan mereka sampai terpisah seperti ini, dan Mita hanya berhubungan dengan Ingka.
Setelah lima tahun berlalu, mereka diundang reuni oleh sekolah SMP mereka, saat itu Mita dan Ingka datang, mereka berharap saling bertemu, dan mereka sama-sama berharap persahabatan mereka yang dulu terjalin kembali. Namun disaat mereka berdua datang dan bertemu, satu-satunya yang tak datang adalah Evelyn. Mereka tak tahu alasan mengapa Evelyn tak bisa datang, dan mereka mencari Evelyn kemana-mana dan bertanya kesana kemari dengan sesame teman sekelas mereka dulu. Sampai pada waktu mereka bertanya pada Raya, dengan terheran-heran Raya berkata ,“kalian gak tau ya? Evelyn sudah meninggal 1 tahun yang lalu, aku dapat kabar dari teman sekelas kita yang satu tempat kuliah sama Evelyn”. Lalu seketika mata Ingka dan Mita berkaca-kaca, mereka sendiri tak tahu Evelyn ada dimana pada waktu itu mereke bertanya pada Raya dimana tempat Evelyn disemayamkan. Ketika sudah tau dimana keberadaan tempat peristirahatan Evelyn, mereka langsung menuju ketempat tersebut.
Ketika sampai disana, seketika mereka berdua menangis. Mereka baru menyadari betapa berharganya Evelyn bagi mereka, dan seketika mereka berkata, “kami akan selalu mengingatmu, sampai kami juga menyusulmu kesana”. Dan mereka meninggalkan tempat itu dan selalu berkunjung kesana setiap ada kesempatan, walaupun memang semuanya telah terlambat dan penyesalanlah yang datang nantinya saat kita melupakan orang yang kita sayangi.